Sabtu, 06 Maret 2010
ANAK SHOLEH
Assalmu’alikum warohmatullohi Wabarokatuh.
Anak-Anakku Siswa –siswi SMAN 3 Tasikmalaya, Bapak Berpesan Jadilah kalian semua Anak yang sholeh anak yang berbakti kepada orang tua.Dan janganlah kalian menjadi !!!

ANAK DURHAKA


Anak-Anakku , ini adalah Hari ke 5 kita berpuasa di bulan yang suci, tempat yang kita duduki ini akan menjadi saksi di akhirat nanti. Marilah kita sejenak mengenang orang-orang yang paling berjasa pada diri kita, yakni ibu bapak kita. Kita tahu, bahwa kian hari kian dekat kematian bagi siapapun. 9 bulan kita dalam perut ibu. Ibu berdiri susah, berbaring sakit, mual, muntah. Ayah kita membanting tulang, menguras keringat. Orang tua menyangka akan lahir anak yang sholeh, sehingga rela begitu pahit dan getir. Marilah kita kenang ibu dan bapak kita yang makin tua, ketika kita akan terlahir kedunia ini, ibu sakit tiada terperihkan, bagai sudut antara hidup dan mati.

Lahirlah kita kedunia ini dengan bersimbah darah, sebagian ada yang ibunya wafat, yang pasti tak tertanggungkan rasa sakitnya, tapi walaupun penderitaan begitu pahit, tetap tersenyum ketika melihat wajah kita. Dikecupnya kening kita, di dekap erat, air mata bergulir bahagia. Walaupun tubuh lunglai, ayah kita menguras keringat lebih keras lagi, untuk membiayai agar kita menjadi bayi yang sehat. Sepanjang malam ibu tak tidur, seakan tak rela seekor nyamuk pun menggigit kita, dikala kita demam, gelisah tiada terperihkan. Begitulah pengorbanan ibu bapak, seakan tidak rela kita mengalami sakit sedikit pun. Kitalah yang mengencingi wajahnya, mengotori tubuhnya, tapi mereka rela saja.

Kian lama kita kian membesar, kita pun mulai merusak apa yang dimiliki ibu bapak. Makin lama kita, makin besar kesusahan. Sesudah kita mulai bicara, semakin banyak kata-kata yang melukai hatinya. Tambah kita remaja, biaya semakin besar, terkadang ayah berhutang sana sini, makan dikurangi, agar kita punya sepatu yang wajar, agar kita bisa bersekolah. Mungkin ibu bapak dulu, merasa kurang pendidikan, tapi apa yang kita lakukan. Mata kita sering sinis melihatnya, bibir kita mencebir, kadang kata-kata kita bagai pisau yang sering melukainya. Bahkan ada yang menganggap sekedar orang kampung yang kuno, yang hina, seperti kepada pembantu. Terkadang kita bodohi ibu bapak kita, kita tipu, air susu di balas dengan air tuba.
Padahal Malaikat maut kian dekat dengan ibu Bapak kita. Kerut di wajah semakin banyak, siapa tahu sebentar lagi akan berpisah dengan kita. Andai esok lusa Malaikat maut menjemputnya, mungkin akan bebas kehidupannya dari kedzoliman kita, yang hampir tiap hari kita menyakitinya. Andaikan Malaikat maut mencabut nyawanya, kenanglah ketika ibu bapak kita berbaring, menjadi mayat, tidak ada lagi sapaannya, tidak ada lagi kemarahannya, mungkin ibu kita tidak akan terluka lagi hatinya. Kenanglah ketika ibu bapak kita di bungkus kain kafan, ketika di tutup wajahnya, itulah saat terakhir kita melihat wajahnya. Kenanglah saat di ujung dari rumah kita kepekuburan, pelan dimasukkan kedalam liang lahad, ketika tanah sudah menimbunnya, maka itulah saat terakhir kita melihat jasadnya. Hanya batu nisan yang bisa kita tatap, tidak ada lagi tangan yang bisa dicium, tidak ada lagi oleh-oleh ketika kita pulang kerumah, kamarnya sudah kosong, daster yang tergantung sudah tidak ada lagi yang memakai, tidak ada lagi canda, tidak ada lagi kemarahannya, tidak ada lagi yang menunggui kita makan.



Wahai Anak-Anakku....., kita pasti menyesal pernah menjadi durhaka. Andai ibu bapak kita tiada, kita menyesal, mengapa selagi ada, kita sia-siakan dengan mendzoliminya. Hati-hatilah!!! Mudah-mudahan orang tua kita punya bekal untuk pulang keakherat nanti. Yang kasihan adalah orang tua yang tidak punya bekal, ketika tersiksa di kubur, pasti melolong-lolong, pasti menanti do’a anaknya. Padahal Alloh menjanjikan do’a anak yang sholeh bisa melapangkan kubur.

Jikalau seorang anak sehabis sujud bermunajat, jikalau seorang anak yang sholeh berdo’a : ????????????????? .Bagai cahaya berbalut sutra lapang kuburnya. Alangkah malangnya orang tua yang mempunyai anak yang durhaka, yang di dunianya selalu mengiris hati, meremukkan perasaan, mencoreng aib. Di kubur orang tua teraniaya, setiap kedurhakaan anak menjadi beban kubur ibu bapaknya. Ketahuilah anak-anakku..., anak yang durhaka siksanya didahulukan di dunia ini. siapa yang menjadikan jalan? menjadikan rizqi kita berkumpul disini? Mungkin orang tua berhutang sana sini, supaya kita menjadi anak yang sholeh. Mengapa air susu di balas dengan air tuba, mengapa senyuman di balas dengan hardikan, mengapa kasih sayang di balas dengan penghinaan?

wahai Anak-Anakku..., kita tidak tahu kapan kita akan berpisah dengan ibu bapak kita, : ???????????????? Istighfarlah, orang yang pernah dzolim kepada ibu bapaknya : ????????????????.
Wahai Anak-Anakku...., ketahuilah andai tubuh kita di iris tidak akan bisa mengobati pengorbanan ibu bapak kita. Andaikata seluruh harta kita bayarkan, tidak akan terbalas pengorbanannya. Mereka mempertaruhkan nyawanya untuk kita, bahkan mungkin ada orang tua yang menjadi dekat dengan neraka, karena berjuang untuk menghidupi kita.

Berjanjilah kepada diri sendiri sepulang dari tempat ini, tidak ada lagi kedurhakaan, tidak ada lagi prilaku durhaka, tidak ada lagi anak durhaka. Jadikanlah wajah yang kita hadapkan, wajah yang cerah, senyum yang tulus. Selagi masih bisa menatap, sapalah dengan sapaan yang hormat dan lembut. Andaikata sudah tiada, tidak lagi kita bisa menayapanya.
Bersikaplah sesopan-sopannya, selagi masih ada. andai kata telah tiada, kita tidak lagi bisa menyapa kepada keduanya. Bersikaplah penuh dengan hormat dan kasih sayang. Tidak akan pernah rugi memuliakan orang tua. Jangan sakiti hatinya, sudah terlalu lama kita menyakiti, sudah terlalu banyak luka-lukanya. Wahai Anak-anakku..., jangan mencoreng aib diwajahnya, jangan permalukan orang tua, jangan jerumuskan orang tua kita dalam kehinaan. Sekali kita berbuat nista, seperti menumpahkan kotoran kepada ibu bapak kita.

Wahai akhwat-akhwat, jaga diri baik-baik. Akhwat adalah mulia dan dimuliakan oleh Alloh, jangan biarkan menjadi wanita tergoda nista, yang mempermalukan keluarga. Jaga akhlak sebaik-baiknya. Sekali ternoda, aib akan menjadi bencana. Mempermalukan orang tua menjadi penderitaan tiada tara. Jaga diri baik-baik, tutup aurat dengan benar, jadilah muslimah yang sholihah, jangan larut dalam zaman yang menjerumuskan, jaga pergaulan akhwat, sekali akhwat ternoda akan terhina.
Wahai ikhwan, kita adalah mujahidin, jangan jadi laki-laki pengecut yang hina yang menjadi benalu pada orang tua. Kita tidak usah bangga dengan prilaku kekafiran. Mau apa ?! Tidak ada anak yang mulia dengan kedurhakaan.




Jangan bangga menjadi benalu, memamerkan harta, tertipu oleh zaman yang menghanyutkan oleh jaman seperti ini. Jadilah laki-laki sejati yang tahu harga diri, yang tidak bersembunyi dibalik kemewahan. Jadilah laki-laki yang mulia, yang menjaga rumah tangga orang tua kita. Jangan mencoreng aib. Wahai ikhwan sudah terlalu banyak laki-laki yang menyiksa ibu bapaknya dengan korban narkotik, dengan prilaku nista ????????????????

Yaa Alloh, wahai yang maha mendengar. Selamatkanlah ibu bapak kami. Ya Alloh, sholehkanlah yang belum sholeh, lembutkanlah yang hatinya masih membatu. Ya Alloh ampunilah orang tuanya yang berlumur dosa. Engkaulah yang maha tahu sisa umurnya. Ya Alloh berikanlah kesanggupan kepada kami membahagiakan, andai ajal menjemputnya. Ya Alloh wafatkan orang tua kami khusnul khotimah, ketika hatinya sudah mema’afkan kami, ketika hatinya ridlo kepada kami. Titip dikuburnya Ya Alloh. Cahayai kuburnya, jangan sampai tersiksa sedikit pun jua Ya Alloh.
Ya Alloh golongkan kami menjadi anak-anak yang sholehah. Jadikan selama hayat kami yang mencintai dan di cintai orang tua kami. Jadikan do’a kami yang menjadi cahaya bagi hatinya, cahaya bagi kuburnya Ya Alloh.


Wassalamu’alikum warohmatullohi Wabarokatuh




Tasikmalaya, 4 Rhamadhan 1429 H
Wali Kelas X-6


Drs. H. Asep Iskandar
posted by Asep Iskandar @ 08.10  
0 Comments:
Poskan Komentar
<< Home
 
Berkarya dan berinovasi


Name: Asep Iskandar
Home:
About Me:
See my complete profile

Previous Post
Archives
Links
MEMBER OF C-2 :
PESAN & KESAN
<

Free chat widget @ ShoutMix
ASEP ISKANDAR, Drs. H
WIB
JOINT TO GROUP SMAN 3 TSM
Click here to join sman3-tsm
Click to join sman3-tsm
PESAN ANDA
Links
Admin
FRIENDSTER
Click Joint untuk Gabung ke Friendster SMANTITAS Click to Joint Us
JADWAL SHALAT
STATISTIK
HIT COUNTER

Myspace Layouts
TOTAL VISITOR
Powered by

BLOGGER

TOTAL VISITOR
Gallery Reuni
TOTAL VISITOR
Blogger Templates
 
 


MusicPlaylistRingtones
Music Playlist at MixPod.com